ICW Menduga Adanya Potensi Penggelembungan Harga BBM Baru

Advertisemen
kotabontang.net - Keputusan pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Premium per 1 Januari 2015 lalu menjadi Rp 7.600/liter seolah membius masyarakat.

Padahal, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai adanya potensi penggelembungan (Mark Up) BBM Premium dan Solar oleh pemerintah. Dari hitung-hitungan ICW, mengacu pada realisasi mean oil platts singapore (MOPS), harga BBM Premium Januari sebenarnya adalah Rp 7.013/liter, selisih Rp 583 dari harga ketetapan pemerintah.

Sementara harga Solar seharusnya hanya Rp 6.607/liter, sehingga beban subsidi Solar bukan Rp 1.000, melainkan hanya Rp 303/liter.

Patut dipertanyakan apakah ini faktor kesengajaan atau ketidak hati-hatian pemerintah yang justru berindikasi munculnya kasus korupsi baru.


Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments